
Saya pelajar dari Smks Malaka yang berfokus pada bidang TITL (TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK)

Cara kerja rangkaian seri:
Komponen disusun berurutan dalam satu jalur.
Arus listrik hanya memiliki satu jalur.
Jika satu lampu mati, semua lampu ikut mati.
Fungsi: Digunakan untuk menghubungkan beberapa komponen agar bekerja dalam satu jalur listrik
contoh: Lampus hias sederhana

Cara kerja:
Arus listrik mengalir dari sumber listrik menuju saklar.
Saklar seri memiliki dua tombol yang dapat mengendalikan dua lampu secara terpisah.
Saklar 1 dinyalakan → Lampu 1 menyala.
Saklar 2 dinyalakan → Lampu 2 menyala.
Kedua saklar dinyalakan → kedua lampu menyala.
2. Fungsi:
Mengontrol dua lampu dari satu tempat.
Memudahkan menyalakan atau mematikan lampu sesuai kebutuhan.
Menghemat penggunaan listrik karena lampu dapat dinyalakan secara terpisah.
3. Contoh penggunaan:
Saklar seri di kamar tidur untuk mengontrol lampu utama dan lampu belajar.
Di ruang tamu untuk mengontrol lampu utama dan lampu tambahan.

Cara kerja
Rangkaian forward reverse digunakan untuk mengatur motor listrik agar dapat berputar maju (forward) atau mundur (reverse).
Saat tombol Forward ditekan, kontaktor forward aktif sehingga motor berputar ke satu arah.
Saat tombol Reverse ditekan, kontaktor reverse aktif sehingga urutan fasa motor berubah dan motor berputar ke arah sebaliknya.
Kontaktor forward dan reverse tidak boleh aktif bersamaan karena dapat menyebabkan hubung singkat.
2. Fungsi
Mengubah arah putaran motor listrik.
Mengendalikan motor dari dua arah.
Banyak digunakan pada mesin yang membutuhkan gerakan maju dan mundur.
3. Contoh penggunaan
Mesin conveyor yang dapat bergerak maju dan mundur.
Mesin bor dengan putaran dua arah.
Hoist/crane untuk gerakan naik dan turun.
Pintu otomatis yang dapat membuka dan menutup.
Mesin bubut yang membutuhkan perubahan arah putaran.

cara kerja rangkaian PLC
PLC (Programmable Logic Controller) bekerja dengan cara menerima input, memprosesnya sesuai program, lalu menghasilkan output.
Fungsi Rangkaian PLC
PLC berfungsi untuk:
Mengontrol mesin dan peralatan otomatis.
Menerima dan mengolah sinyal input dari sensor atau tombol.
Mengendalikan output seperti motor, lampu, dan solenoid.
Mengatur proses kerja secara otomatis sesuai program.
Meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam sistem kontrol industri.
Contoh: PLC digunakan untuk mengatur motor agar menyala dan mati secara otomatis berdasarkan sensor.